You are here
Home > Properti > Ayo, Pahami Pajak Jual Beli Rumah!

Ayo, Pahami Pajak Jual Beli Rumah!

Pajak Jual Beli Rumah

Selain waktu yang cukup panjang, proses transaksi jual beli rumah juga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dalam proses ini, Anda perlu menyiapkan beberapa pos dana, antara lain pembuatan akte jual beli dan juga beberapa pajak jual beli rumah yang harus dibayarkan.

Namun sebuah kabar gembira datang pada 2016 lalu. Guna mendukung percepatan Program Nasional Pembangunan Sejuta Rumah, pemerintah memangkas biaya Pajak Penghasilan (PPh) untuk pembelian rumah murah. Masyarakat pun menyambut gembira hal ini karena nilainya yang semula 5% kini turun menjadi 2,5%. Kebijakan ini diatur pada Undang-Undang PP No 34 Tahun 2016 padaTanggal 8 Agustus 2016 yang dikeluarkan pemerintah “sehubungan dengan pajak penghasilan PPh Final atas pengalihan hak dan perjanjian pengikatan Jual Beli Rumah dan Tanah perlu disambut baik, karena nilainya yang semula 5% turun menjadi 2,5%”

Perubahan Pajak Jual Beli Rumah dan Tanah

Kalkulator Pinjaman KTA

IDR
IDR
Untuk bunga fixed 5 tahun, minimum tenor adalah 7 tahun

Undang-Undang yang mengatur tentang Pajak Jual Beli Rumah dan Tanah ini sudah beberapa kali mengalami perubahan yang terakhir yaitu PP No 71 Tahun 2008, perubahan nilai prosentase pajak penghasilan adalah sebagai berikut :

  1. PPh Pajak Jual Beli Rumah dan Tanah 5% menjadi 2,5%;
  2. PPh Pajak Jual Beli Rumah dan Tanah khusus rumah sederhana dan rumah susun sederhana nilainya tetap 1%;
  3. Tambahan pasal PPh yang mengatur Pajak Jual Beli Rumah dan Tanah khusus kepada Pemerintah, BUMN, dan BUMD nilainya adalah 0%.

Undang-Undang Pajak Penghasilan ini diberlakukan terhitung 30 hari sejak ditandatangani atau tepatnya mulai 8 September 2016.

Dasar Umum Perubahan UU Pajak Jual Beli

  1. Alasan utamanya adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional khususnya dalam pembangunan infrasruktur untuk kepentingan masyarakat umum yang saat ini sedang dilakukan oleh Pemerintah.
  2. Lebih memberikan kemudahan kepada wajib pajak dalam menghitung pajak penghasilan dimana sebelumnya bersifat tidak final menjadi Pajak Final.

Pengecualian Objek Pengenaan Pajak

  1. Wajib Pajak orang pribadi yang memiliki penghasilan dibawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (Baca Nilai PTKP 2016), dengan nilai transaksi jual beli kurang dari 60 juta rupiah.
  2. Pengalihan hak dan harta dalam bentuk hibah dan waris.

Nah selain PPh, Anda juga harus mengetahui beberapa jenis pajak jual beli rumah, antara lain;

  1. PPN atau Pajak Pertambahan Nilai dibebankan kepada pembeli untuk properti primary (rumah baru) senilai 10% dari harga rumah. Properti yang kena PPN nilainya di atas Rp 36 juta. Contoh, jika Anda membeli rumah seharga Rp 500.000.000, maka biaya PPN yang dikeluarkan adalah Rp 50.000.000 (Rp 500.000.000 x 10%).
  1. PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) dibebankan kepada pembeli properti yang tergolong barang mewah. Untuk saat ini, properti yang tergolong PPnBM adalah bila luas bangunannya di atas 150 m2. Besarannya adalah 20% dari harga jual. Perlu diketahui, PPnBM tidak berlaku untuk jual-beli rumah/tanah antar perorangan, PPnBM hanya berlaku jika pihak pembeli membeli properti langsung dari developer.

Untuk memudahkan proses pembayaran PPh, sekarang Anda juga dapat melakukan pembayaran pajak jual beli rumah dan tanah (PPh) secara online melalui surat setoran elektronik SSE Pajak di situs Direktorat Jendal Pajak. Dengan berlakunya undang undang ini, pemerintah mengharapkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat pada sektor properti dapat meningkat dan menciptakan peluang usaha baru.

Pinjaman Bank
Info pinjaman bank kami persembahkan khusus untuk anda dari infoperbankan.co
http://infoperbankan.co/

Leave a Reply

Top