You are here
Home > Kredit > Biaya Tambahan yang Sering Dilupakan dalam Perhitungan KPR

Biaya Tambahan yang Sering Dilupakan dalam Perhitungan KPR

Biaya Tambahan yang Sering Dilupakan dalam Perhitungan KPR

 

Anda pasti sudah menemukan rumah impian dan sekarang ini sedang sibuk mengurusi KPR. Saat sudah menemukan KPR, Anda pasti akan begitu bahagia bahkan tidak sabar untuk menempati rumah secepatnya. Namun tunggu dulu, sebelum kebahagiaan Anda ini berakhir dengan sebuah kekecewaan, lebih baik Anda melihat isi kantong untuk memperhatikan apakah Anda memiliki uang tambahan atau tidak. mengapa bisa demikian? Karena Anda masih memerlukan uang tambahan untuk pengurusan KPR yang nilainya lumayan. Banyak orang yang tidak melakukan perhitungan KPR dengan baik dan acuh pada biaya tambahan ini.

Jika Anda sedang membeli rumah, atau memiliki rencana membeli rumah, berikut beberapa biaya tambahan yang harus Anda keluarkan ketika mengurus KPR. Pertama, biaya notaris. Entah pengembang perumahan atau pun bank, mereka mempunyai notaris yang melakukan kepengurusan dokumen ini seperti AJB, perjanjian KPR, hingga membuat sertifikat. Biaya notaris ini begitu tinggi dan Anda lah yang harus melakukan pembayaran jasa mereka. Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan untuk menekan biaya ini seperti mencari teman yang bekerja sebagai notaris agar dapat membantu Anda, cara lainnya seperti melakukan negosiasi dengan pihak pengembang perumahan.

Kedua, biaya provisi. Biaya provisi memiliki besaran 1% dari total pinjaman KPR yang Anda ajukan dan biaya ini harus dilunasi sebelum melakukan akad kredit. Contohnya Anda menginginkan plafon sebesar Rp 500 juta, berarti Anda harus melakukan pembayaran provisi sebesar Rp 5 juta. Biaya provisi ini adalah biaya administrasi. Dalam perhitungan KPR, biaya ini juga jarang dilihat. Pungutan ini hanya dilakukan sekali hingga tenor cicilan Anda habis.

Kalkulator Pinjaman KTA

IDR
IDR
Untuk bunga fixed 5 tahun, minimum tenor adalah 7 tahun

Baca: Provisi Adalah Salah Satu Kewajiban Yang Harus Dibayar Di Setiap Pengajuan Kredit

Ketiga, asuransi jiwa. Jangan salah, bank pasti akan tetap cemas jika Anda tidak bisa melakukan pembayaran cicilan KPR ini karena meninggal dunia. Hal inilah yang menyebabkan bank merasa penting memberikan asuransi bagi Anda. hal yang menjadi masalah sekarang ialah Anda harus membayar asuransi jiwa tersebut. Apabila sesuatu yang tidak diharapkan terjadi atau meninggal, perusahaan asuransi akan melakukan seluruh pembayaran hutang cicilan KPR Anda pada pihak bank. ahli waris tidak harus lagi membayar dan bank tidak akan mengalami kegagalan pembayaran. Biaya asuransi tergantung pada umur pemohon, semakin tua sudah pasti biayanya akan menjadi semakin mahal.

Keempat, biaya asuransi kebakaran. Selain asuransi jiwa, ada juga asuransi kebakaran. Sebenarnya asuransi ini adalah pilihan, sayangnya calon pemohon biasanya tidak sempat untuk menolak ketika bank meminta pemohon membayar asuransi ini. sejumlah asuransi kebakaran juga ada beragam, bergantung dari perusahaan asuransi tempat bank pemberi KPR bekerja sama. Ada yang bilang pembayaran asuransi ini melebihi angka 5% dari plafon tersebut, jadi sangat disarankan Anda memahami biaya ini dengan baik, dan pintar dalam melakukan negosiasi sehingga akan mengurangi beban biaya.

Dalam mempergunakan KPR, perhitungan KPR Anda bukan hanya biaya cicilan, dibalik hal tersebut masih ada biaya lain yang harus dipenuhi oleh para calon debitur. Anda harus mempelajari biaya tersebut serta siapkan semuanya dengan baik jika tidak ingin ribet mencari tahu, Anda bisa mencari tahu dari web bank dan menghubungi CS bank yang bersangkutan, di sana biasanya mereka akan menjelaskan sedikit hal mengenai KPR yang ingin Anda ajukan. Tanyakan apa yang ingin Anda tanyakan, karena KPR berjalan dengan durasi lama, lebih baik Anda benar-benar memahami biaya perhitungan ini dengan baik.

Pinjaman Bank
Info pinjaman bank kami persembahkan khusus untuk anda dari infoperbankan.co
http://infoperbankan.co/

Leave a Reply

Top